Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘To be a Mom’ Category

Sesuai saran dr Daniel David, SpOG, saya akan menjalani HSG tgl 28 September 2010. Pada hari ke 10 terhitung dari hari pertama menstruasi. Saya sempat hunting tarif HSG ke RS-RS Tangerang, coz utk HSG di RS OMNI Tangerang mematok harga 1 jt-an termasuk obat kontrasnya. Di RS Usada Insani dikasi harga 395 rb belum termasuk obat. Di RS Mayapada dikasi harga 800rb belum termasuk obat.  Akhirnya pilihan saya jatuh ke RS Sari Asih Ciledug, selain dekat rumah jg tarif  HSG cmn 325 rb.

Hari selasa  pagi itu kebetulan yg menangani HSG adalah dr Putu, SpRD. Saya diberi resep obat kontras utk ditebus di apotek. Berikut rinciannya:

  1. Omnipaque 300/20ml  Rp 123.900
  2. Spuit terumo 20cc          Rp  10.700
  3. Folley catheter                 Rp   77.000
  4. Teruglove                            Rp   13.900
  5. Underpad steril                 Rp     8.200
  6. Kaltrofen supositoria      Rp   14.300

Plus dengan biaya HSG Rp 335.000 total semua adalah Rp 582.600

Setelah lepas celana, saya disuruh berbaring di meja radiologi. Saat kateter dimasukkan ke rahim emang rasanya gak nyaman. Kemudian obat kontrasnya dimasukin pelan2. Dr Putu bolak-balik nanyain apakah rasanya sakit gak. Rasanya mules mirip mens pertama. Setelah obat masuk semua baru difoto. Saya sempat nanya kedr Putu ttg hasil HSG. Katanya saluran telur saya yg kanan tersumbat, sedang saluran telur kiri normal.

Setelah selesai HSG rencana saya akan control ke dr Daniel  di RS Omni, tp krn hubby ada urusan kantor akhirnya dibatalkan. Dan terjadilah musibah itu!

Sepulang HSG aya gak ngerasain sakit, malah masih sempat gendong2 kponakan saya sampe  jam 9mlm. Sekitar jam 3pg perut mules banget sampe buat berdiri. Akhirnya hubby mutusin bwt ke UGD RS Omni saat itu. Setelah nyampe RS Omni hubby lgsgh nelp dr Daniel spOG. Katanya saya akan dikasi obat penahan sakit injeksi. Tp sayangnya obat tersebut efek sampingnya nyerang maag saya, shg saya muntah2 hebat. Saya sempat opname 1 hr di RS Omni. Dan seminggu berikutnya saya baru sembuh total tanpa muntah2 dan mampu berjalan normal.

Kata dr Daniel saya gak perlu ngalamin kram rahim kalau sepulang HSG dibekali obat penahan rasa sakit dari dokter. Setelah 1 mgg ngejalanin diatermi sebanyak 10x, saya control lg ke dr Daniel, SpOG. Beliau menjadwalkan utk HSG lg bulan depan buat ngeliat apkh sumbatan sdh hilang dgn terapi diatermi.

Advertisements

Read Full Post »

Anda berdua tak berniat menunda kehamilan? Lalu mengapa juga setelah memasuki tahun kedua perkawinan atau mungkin lebih, Anda tak kunjung mendapat momongan? Kalau ini yang Anda alami sebagai pasangan suami istri, umumnya dokter akan menyarankan Anda berdua untuk menja- lani sejumlah pemeriksaan. Aneka pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memastikan penyebab terjadinya infertilitas/ketidaksuburan.Langkah awal biasanya berupa pemeriksaan organ reproduksi pada pihak wanita maupun pria. Selanjutnya, ada sejumlah tes lain guna mendeteksi secara lebih detail. Pada pria biasanya akan dilakukan tes kualitas dan kuantitas sperma. Sedangkan pada wanita, salah satu di antaranya adalah pemeriksaan HSG (histerosalpingografi). Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi saluran telur. Mengapa diperlukan pemeriksaan saluran telur? Tak lain karena kehamilan hanya mungkin terjadi bila sel telur bertemu dengan sel sperma. Pertemuan ini terjadi di ampula tuba (bagian saluran telur yang melebar).

Untuk mencapai lokasi tersebut, sel sperma harus melalui perjalanan panjang. Yakni dari liang vagina terus menuju mulut leher rahim lalu ke rahim dan selanjutnya saluran telur. Sementara sel telur, setelah lepas dari indung telur akan ditangkap oleh “tangan-tangan” (fimbrae) saluran telur lalu berjalan menuju ampula.

Nah, bila pada saluran telur terdapat perlekatan atau sumbatan, maka pertemuan antara sel telur dan sel sperma tadi tidak akan terjadi. Ini berarti kehamilan pun tidak terwujud. Kalaupun perlekatan itu masih bisa meloloskan sperma, mungkin saja terjadi kehamilan. Namun kehamilan tersebut akan terjadi di luar kandungan atau yang paling sering terjadi adalah kehamilan tuba.

WAKTU YANG TEPAT

HSG dilakukan dengan menyemprotkan cairan yang mengandung zat kontras ke dalam rongga rahim melalui vagina. Kemudian dilakukan foto rontgen hingga akan terlihat apakah zat kontras tersebut masuk ke dalam saluran telur atau tidak. Bila masuk, berarti bebas dari perlekatan atau penyumbatan yang dalam istilah medis disebut paten. Sebaliknya bila zat kontras tidak dapat memasuki saluran telur, berarti ada penyumbatan yang lebih dikenal dengan istilah saluran telur nonpaten.

Hanya saja pemeriksaan khusus ini tidak dapat dilakukan sembarang waktu. Waktu pemeriksaan yang tepat adalah hari ke-9, ke-10 atau ke-11 dalam siklus haid (dihitung sejak hari pertama mendapat haid). Umumnya saat memasuki hari ke-9, haid telah selesai dan belum terjadi ovulasi (dilepaskannya sel telur dari indung telur).

Mengapa harus dilakukan setelah haid selesai? Ini dimaksudkan agar cairan kontras tadi tidak ikut masuk ke pembuluh darah yang saat menstruasi dalam keadaan terbuka. Kalau sampai ikut masuk dikhawatirkan akan menyebabkan penyumbatan di pembuluh darah. Pemilihan hari-hari yang diasumsikan belum terjadi ovulasi sebagai hari pemeriksaan pun bertujuan agar tidak mengganggu sel telur yang akan dilepaskan oleh indung telur. Memasukkan cairan yang mengandung zat kontras ke dalam saluran telur dikhawatirkan dapat memengaruhi kualitas sel telur.

Secara teknis, pelaksanaan HSG biasanya menimbulkan rasa nyeri dan tak nyaman karena cairan yang mengandung zat kontras tadi disemprotkan melalui vagina. Akan tetapi bila yang bersangkutan merasa takut, dapat dilakukan pembiusan lokal guna mengurangi rasa nyeri.

PLUS MINUS

Selain HSG, sebetulnya ada cara lain yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah saluran telur seseorang paten atau nonpaten. Pemeriksaan yang dimaksud adalah pertubasi, yakni mengalirkan CO2 (karbondioksida/zat asam arang) atau yang kerap digunakan adalah cairan yang mengandung antibiotik dan antiperadangan. Cairan dimasukkan melalui leher rahim. Inilah yang oleh kalangan awam kerap disebut dengan istilah “ditiup”. Mengetahui paten atau tidaknya saluran telur ditentukan dengan mengukur tekanan gas sewaktu peniupan. Berbeda dengan HSG yang menimbulkan rasa nyeri, saat peniupan, gas yang masuk terasa hangat. Sedangkan mengenai waktu pemeriksaannya sama seperti HSG, yakni hari ke-9, 10 dan 11 dihitung dari hari pertama haid.

Bedanya, hasil pemeriksaan HSG bersifat objektif. Artinya, ada data yang terlihat langsung melalui hasil rontgen. Letak sumbatan pun dapat diketahui dengan jelas lokasinya. Sedangkan pada pertubasi, letak sumbatan tidak dapat diketahui. Hanya diketahui adanya sumbatan melalui perbedaan tekanan gas saat dimasukkan.

Bukan cuma itu. Selain berfungsi menegakkan diagnosis, HSG juga memberi manfaat sebagai tindakan teraupetik/pengobatan. Umumnya setelah dilakukan tindakan mengalirkan cairan yang mengandung zat kontras tadi saluran telur yang tidak paten menjadi paten. Dengan adanya cairan yang dimasukkan ke dalam saluran telur berarti ada daya dorong yang diharapkan mampu membuka sumbatan-sumbatan yang ada. Selain itu, zat yang digunakan juga sekaligus berfungsi menghambat pertumbuhan kuman. Namun biasanya ini hanya berlaku untuk saluran telur yang mengalami perlekatan ringan.

Meski memberi efek terapi, HSG tidak dapat dilakukan berulang-ulang. Mengapa? Efek radiasi yang timbul dikhawatirkan akan membahayakan si ibu. Antara lain mengganggu kesuburan karena merusak sel telur di indung telur.

Alternatif lain yang saat ini banyak dipilih adalah hydrosonografi. Pemeriksaan ini dilakukan dengan memasukkan cairan kontras ke dalam saluran rahim melalui vagina. Umumnya yang banyak digunakan adalah cairan normalsaline. Bedanya dengan HSG, hasilnya dapat dilihat melalui monitor saat pemeriksaan berlangsung. Pemeriksaan yang menggunakan alat bantu USG ini memungkinkan pasien bisa ikut mengetahui secara langsung lokasi terjadinya penyumbatan di saluran telur.

Read Full Post »

Ini konsultasi kedua ke dr Daniel David SpOG di RS Alam Sutera. Ambil jam praktek yg sore, coz hasil sperma hubby baru bisa diambil dari lab OMNI jam 6 sore. Hasilnya akan dikonsultasikan ke dr Daniel. Dan ternyata hasilnya tidak terlalu memuaskan. Sebagian sperma tidak aktif.Untuk hubby, dr Daniel kasi resep Bio ATP n’ Seloxy. Sbg mantan medrep (hehehe…) setauku keduanya cuman suplemen vitamin dan antioksidan. Sedang buat aku gak ada resep apa2. Cuma disarankan untuk menjalani tes HSG. Tes ini dilakukan di bagian radiologi n’ yg menangani bukan dr Daniel SpOG.Si dokter cumin akan menganalisa hasilnya aja.

Sekadar informasi untuk tes HSG di OMNI berkisar 1jt. Sedangkan di RS Sari Asih Ciledug cuman 325 rb. Di Usada Insani 396 ribu.

Sesampai dirumah langsung googling tentang apa itu HSG. Lumayan banyak infonya, cuman yang bikin bingung setelah buka beberapa blog ada sebagian besar perempuan yang takut tes HSG.Bkin tambah penasaran aja!

Histerosalphingography atau histerosalphingogram (HSG) adalah suatu pemeriksaan radiologis (dengan menggunakan x-ray) yang ditujukan untuk melihat patensi atau fungsi dari tuba falopii (saluran telur), apakah ada sumbatan atau tidak dan juga bentuk dan posisi atau kedudukan dari uterus (rahim).

HSG dapat membantu dokter untuk mengetahui apakah saluran tuba seorang wanita terbuka, membengkak, atau tertutup. Pemeriksaan ini juga dapat mengevaluasi bentuk, ukuran, dan struktur dari rahim.

Suatu zat kontras akan dimasukkan melalui vagina ke dalam rahim, dan kemudian akan gambar diambil dengan alat x-ray, dan kemudian akan terlihat zat kontras melewati rahim dan saluran tuba. Hasil pemeriksaan akan memperlihatkan apakah ada blockage (pembuntuan) pada saluran tuba -yang mana dapat menghambat pertemuan sel sperma dengan sel telur, dan juga menghambat sel telur melewati saluran tuba. Selain itu dapat juga dianalisa apakah ada kelainan pada rahim, yang mungkin bisa menghambat implantasi hasil konsepsi pada dinding rahim.

Histerosalpingogram (HSG) biasanya dilakukan untuk:

  • Menemukan suatu penyumbatan pada saluran tuba. Biasanya ini dilakukan pada wanita yang sulit hamil. Kadang infeksi dapat menyebabkan scarring yang menyebabkan saluran terbuntu, dan kadang zat kontras dapat “membuka” blockage tersebut
  • Melihat kondisi rahim, apakah ada struktur yang abnormal, ada tumor, atau benda asing dalam rahim. Kelainan itu biasanya bisa menyebabkan terjadinya keguguran.

Metode pemeriksaannya biasanya memakan waktu 15-30 menit. Pasien akan dipersilakan untuk berbaring kemudian suatu alat (speculum) akan dimasukkan dalam vagina, agar dokter bisa melihat ke dalam cervix (leher rahim), dan setelah bagian cervix dibersihkan, maka melalui suatu tube, cairan kontras akan dimasukkan ke dalam rahim. Jika tidak terjadi pembuntuan, maka cairan akan mengalir menuju ke saluran tuba, dan nantinya zat kontras akan diserap oleh tubuh.

Pemeriksaan ini dilakukan dengan memasukan semacam kontras melalui liang vagina kemudian setelah kontras masuk dibuat foto.
Hasil dari HSG biasanya akan dikatakan “fill dan spill” bila tidak ada sumbatan pada tuba anda, karena cairan zat kontras yang dimasukkan kedalam vagina anda dapat melewati tuba dengan baik. Dan apabila ada sumbatan pada tuba maka spill tidak akan ditemukan karena zat kontras tidak bisa melalui tuba sampai ke ujungnya.
Sebaliknya, adanya sumbatan pun anda jangan takut dahulu, harus dinilai lebih lanjut, karena kadang ada yang disebabkan oleh cairan/ lendir yang berasal saluran itu sendiri. Akan ada cara untuk membuka sumbatan itu. Kadang cairan kontras malah dapat melepas sumbatan tersebut.

Semoga informasi ini gak lagi bkin takut calon ibu yang akan menjalani tes HSG.

N’ semoga kali ini aku bisa cepat hamil.

Wish me luck!

Read Full Post »